Surengede, 6 Agustus 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali melanjutkan program pelatihan seni budaya untuk anak-anak Desa Surengede dengan agenda latihan tari dan geguritan yang dilaksanakan pada Rabu (6/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya lokal sekaligus pengembangan potensi seni generasi muda desa.
Pada sesi pelatihan tari, anak-anak diajak untuk menyelesaikan latihan babak ketiga, yang merupakan bagian akhir dari Tari Gayeng, sebuah tari kreasi baru yang penuh semangat dan ekspresi khas Jawa. Sebanyak 15 anak diikutsertakan dalam Tari Gayeng, pada hari ini 14 anak hadir dan mengikuti latihan dengan antusias, sementara 1 anak berhalangan hadir karena izin.
Sementara itu, dalam pelatihan geguritan, tim KKN sudah mulai mengajarkan intonasi nada kepada salah satu anak peserta. Pelatihan geguritan ini dirancang agar sesuai dengan alur dan tempo musik dari Tari Gayeng, karena geguritan akan dibawakan sebagai penutup dalam babak ketiga pertunjukan tari.
“Geguritan bukan sekadar puisi berbahasa Jawa, tapi juga seni olah rasa dan suara. Kami mengajarkan anak-anak untuk menyelaraskan geguritan dengan musik tari yang akan mereka bawakan nantinya,” jelas salah satu anggota tim KKN.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya terampil dalam menari dan membaca geguritan, tetapi juga memahami pentingnya melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas diri. Pelatihan akan terus dilanjutkan hingga mendekati pertunjukan puncak yang direncanakan sebagai penutup program KKN.