Surengede adalah sebuah desa di Wonosobo yang memiliki sejarah berlapis, mulai dari peradaban kuno hingga perlawanan kolonial. Nama desa "Surengede" diduga berarti "Prajurit Agung" atau "Tempat Keberanian Besar", yang mencerminkan semangat perlawanan. Desa ini menjadi lokasi penemuan Batu Gong, sebuah situs kuno yang menunjukkan keberadaan peradaban di masa Mataram Kuno dan mengindikasikan Surengede sebagai bagian penting dari kehidupan religius Dieng. Selain itu, desa ini juga memiliki Dusun Cawet, yang dinamai berdasarkan kisah heroik perlawanan terhadap kolonialisme Belanda yang dipimpin oleh Simbah Cahyuda.
Di era modern, Surengede tetap menjaga nilai-nilai sejarahnya. Desa ini memiliki struktur administrasi yang terorganisir, penduduk yang mayoritas bekerja di sektor pertanian, serta inisiatif komunitas seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) Dian Naraya yang aktif dalam kemandirian pangan. Potensi wisata budaya melalui situs Batu Gong juga membuka peluang ekonomi baru. Kehidupan komunitas desa sangat dinamis dengan berbagai acara budaya dan lembaga pendidikan Islam seperti MI Ma'arif NU Surengede yang menjadi pusat pendidikan regional. Untuk melestarikan warisan ini, direkomendasikan penelitian arkeologi lebih lanjut, formalisasi dan promosi sejarah lisan, serta pengembangan wisata warisan budaya yang berkelanjutan.
Untuk sejarah lengkapnya, kunjungi:
Drive Sejarah Desa Surengede